MOI NTB Terjunkan 4 Lawyer Dampingi Kasus Jurnalis Sahib

SASAMBO NEWS - Kasus penganiayaan Jurnalis media online bernama Ahmad Sahib warga desa Kediri kabupaten Lombok Barat berbuntut panjang.
Ketua DPW MOI NTB, Amrin
Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Media Online Indonesia Provinsi NTB (DPW MOI NTB) langsung menerjunkan 4 (empat)  lawyers mendampingi Sahib untuk melakukan pelaporan ke Polres Lombok Barat.

"Kami sangat mengutuk aksi tidak terpuji Kadus tersebut, kalau ada kekeliruan dan ketidakakuratan fakta, yang merugikan nama baiknya kepada Pers yang memublikasikan harusnya tinggal minta hak jawab atau klarifikasi, bukan dengan cara - cara premanisme. Ini masalah serius,  untuk itu kami menyiapkan 4 (empat) orang lawyer untuk mendampingi korban melapor ke Polres Lombok Barat", tegas Ketua DPW MOI NTB, Amrin, pada 14 Mei 2020.

Adapun ke empat lawyer yang akan mendampingi korban adalah Fuad SH,  Nur Rahman Luki Wibowo SH,  Muhanan SH dan Dhidit Setiawan SH.

"Beliau berempat ini akan mendampingi korban sampai kasus ini selesai," pungkasnya.

Seperti di ketahui,  nasib naas menimpa Ahmad Sahib lantaran ia menulis berita di media online pada (11/5), dengan judul "Papuq Kalsum,  menunggu uluran tangan pemerintah".

Dalam berita tersebut memuat kehidupan seorang nenek tua renta asal Dusun Karang Bedil Utara yang kehidupannya di bawah garis kemiskinan, dalam berita tersebut diterangkan bahwa nenek tua itu jarang mendapat bantuan sosial dari pemerintah terutama disinyalir minim perhatian dari pemerintah setempat.

Laman berita online yang di share di beberapa akun media sosial warga itu VIRAL dan menuai protes serta tanggapan para netizen.

Di duga tidak terima dengan pemberitaan itu,  oknum Kadus MN mendatangi rumah korban dan melayangkan bogem mentah ke arah wajah Ahmad Sahib.  Akibatnya,  tulang hidung Ahmad Sahib retak dan bersimbah darah. (SN-01)
auto faucet

Komentar