Sudah memanfaatkan Insentif Pajak? Pelaku UMKM Saatnya Lapor Realisasinya

SASAMBO NEWS - Merujuk pada Surat Edaran Dirjen Pajak SE-29/2020 bagi wajib pajak yang memanfaatkan Insentif Pajak sesuai PMK 44/2020 memiliki kewajiban untuk melaporkan realisasinya.

Untuk pelaku UMKM kewajiban melaporkan realisasi Pajak Penghasilan Final ( PP23) dan Pajak Penghasilan Karyawan (PPh Pasal 21) paling lambat 20 Mei 2020 untuk masa pajak April 2020 dan seterusnya setiap tanggal 20 setelah masa pajak berakhir.
Founder IBS Consulting, Ida Bagus Suadmaya, SE, BKP
Founder IBS Consulting, Ida Bagus Suadmaya, SE, BKP
Menurut Founder IBS Consulting, Ida Bagus Suadmaya, SE, BKP, dalam Poin 7e SE-29/2020 ini mengatur bahwa bagi wajib pajak yang sudah memanfaatkan insentif pajak tetapi tidak melaporkan realisasinya maka sistem DJP akan memberikan notifikasi ke Account Representative ( AR) wajib pajak / pemberi kerja untuk selanjutnya ditindalanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Diterangkan Ida Bagus, bahwa pelaporan realisasi melalui layanan di laman www.pajak.go.id  dengan tahapan :

A. Siapkan Kertas Kerja Realisasi sesuai template yang disiapkan di e-reporting Insentif Covid-19 :

- Pajak Penghasilan Final UMKM ( PP23 tarif 0,5%) meliputi 2 pelaporan :

1. Peredaran bruto yang dipungut/ dipotong meliputi : Alamat Usaha, NPWP, NPWP pemotong/ pemungut, Peredaran Bruto dan Pajak DTP ( 0,5% x Peredaran Bruto). Jika memiliki lebih dari satu tempat usaha dilaporan sesuai peredaran usaha per lokasi usaha yang dipotong/ dipungut oleh pihak lain.

2. Peredaran bruto dengan pihak lainnya meliputi : Alamat Usaha, NPWP, Peredaran Bruto dan Pajak DTP ( 0,5% x Peredaran Bruto). Jika memiliki lebih dari satu tempat usaha dilaporan sesuai peredaran usaha per lokasi usaha

- Pajak Penghasilan Karyawan PPh pasal 21   meliputi 2 pelaporan :

1. Perincian Daftar karyawan penerima insentif : Nama Pegawai , NPWP, NIK , Penghasilan Bruto dan PPh21 DTP.

Harap diperhatikan perincian daftar nama, penghasilan bruto dan PPh21 DTP mesti sama dengan yang dilaporkan di SPT Masa PPh pasal 21.

2. Rekap Insentif PPH21 DTP :  Jumlah Pegawai Penerima Insentif, Penghasilan Bruto dan PPh21 DTP.

Total nominal PPh21 DTP di rekap laporan realisasi jumlahnya mesti sama dengan e – billing / SSP yang diinput di lampiran SSP di SPT Masa PPh Pasal 21.

B. Proses Pelaporan Realisasi 

1. Login ke www.pajak.go.id

2. Cari menu layanan e-reporting Insentif Covid-19

Jika belum ada muncul layanan e-reporting di layanan maka setting di profile dengan mengklik e -reporting dan login ulang

3. Pilih Laporan realisasi yang akan dilaporkan :
a. Realisasi PPH Final DTP ( PMK-44)  untuk insentif UMKM
b. Realisasi Fasilitas PPh Pasal 21 DTP (PMK-44) untuk insentif pajak karyawan

4. Upload Kerta Kerja realisasi

5. Merima Bukti Penerimaan Surat atas pelaporan realisasi

“Segera laporkan  realisasi atas pemanfaatan insentif pajak agar terhindar dari sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.  Jika memerlukan penjelasan lebih lanjut bisa mengirim email ke ibs.taxconsulting@gmail.com atau whatsapp 087860167557/08124632007. #ibsonsulting #staysafe.” Pungkas Ida Bagus Suadmaya. (SN-01)

Baca juga #IBSCONSULTING :
IBS Consulting: Bulan Ini Angsuran Pajak Penghasilan Perusahaan Diskon 30%
Founder IBS Consulting Beberkan Aturan Gaji Pegawai Bebas Pajak
Cara Agar Pajak Ditanggung Pemerintah Bagi Pelaku UMKM
auto faucet

Komentar