Pasutri Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Handphone Vivo

SASAMBO NEWS - Pasangan suami isteri (Pasutri) yakni Baiq EM (26) dan suaminya TR (36) warga Dusun Kubur Pudak Desa Bonder Kecamatan Praya Barat, kini harus berurusan dengan aparat kepolisian. 

Pasalnya, Pasutri ini diduga mencuri handphone Vivo Y91 di Dusun Aik Darek Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Hal itu terkuak setelah Pasutri itu dilaporkan oleh korban bernama Hendro Sutrisno (34) dengan laporan polisi LP nomor : LP/ 28 /VI/2020/NTB/Res.Loteng/Sek.Batukliang pada 9 Juni 2020.

“Pelaku melancarkan aksinya Selasa (9/6) sekitar pukul 12:00 wita. Dimana, pelaku datang untuk belanja roti Kebab. Awalnya pelaku menunggu pesanan roti kebab di dekat kios kebab korban. Hanya saja, tidak berselang lama pelaku yakni Baiq EM masuk ke dalam pekarangan rumah korban,” ungkap Kapolsek Batukliang. IPTU Gede Gisi Yasa dirilis Humas Polda NTB pada Rabu 10 Juni 2020.

Saat itu, pelaku Baiq EM langsung duduk di berugak milik korban. Sementara suami pelaku yakni TR, duduk di atas sepeda motor Honda Beat warna Merah Hitam dengan nomor polisi DR xxxx UG yang mereka bawa. Dimana saat itu, pelaku mengambil handphone VIVO Y91 milik anak korban yang di taruh di berugak.

“Sebelumnya korban sudah curiga dengan tingkah laku pelaku yang pindah duduk ke dalam pekarangan korban. Pada saat pelaku mengambil handpone tersebut, korban langsung beteriak maling dan mengejar pelaku serta menangkapnya,” terangnya.

Pada saat korban berteriak maling, seketika itu juga banyak warga yang mendengar dan spontan menghampiri pelaku yang sudah di tangkap oleh korban. 

Saat itu juga warga langsung menghakimi pelaku, dan korban lansung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Aik Darek untuk menginformasikan kejadian pencurian tersebut.

“Saat itu Bhabinkamtibmas Desa Aik Darek langsung menghubungi anggota piket Polsek Batukliang untuk mengamankan pelaku. Kemudian kami langsung datang untuk mengevakuasi pelaku ke Polsek. Atas kejadian tersebut, korban  diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp. 1.800.000.  Saat ini, kita masih mendalami kasus tersebut serta mengamankan barang bukti (BB) berupa handpone dan kendaraan yang digunakan oleh pelaku,”terangnya. (SN-01)
auto faucet

Komentar