Polsek Lingsar Tangkap Napi Asimilasi Penjambret Handphone

SASAMBO NEWS - Warga Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat berinisial DA (21) harus mendekam dibalik jeruji penjara lagi. Padahal dia baru seminggu bebas dari penjara melalui program asimilasi. 
Polsek Lingsar Tangkap Napi Asimilasi Penjambret Handphone
Foto : Polsek Lingsar Gelar Konferensi Pers
DA ditangkap lagi karena diduga menjambret handphone di beberapa TKP. DA ditangkap bersama rekannya, berinisial SP yang masih satu kampung dengan DA. Kedua terduga pelaku ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Lingsar.

"Keduanya pelaku jambret handphone. Salah satu pelaku baru bebas seminggu program asimilasi,’’ ungkap Kapolsek Lingsar, AKP Dewi Komalasari, SH, pada Kamis 25 Juni 2020. 

Terduga pelaku awalnya melihat korban sedang bersepeda. Melihat korban memainkan handphone. Keduanya memepet korban menggunakan sepeda motor. Dan langsung menyambar dan dalam sekejap handphone korban sudah berpindah tangan. 

"Itu modus yang dilakukan pelaku. Mereka ini juga beraksi di tiga TKP lain. Dua di Cakranegara dan satu lagi di Gunungsari,’’ bebernya. 

Setelah menerima laporan langsung dilakukan penyelidikan. Kasus ini terungkap setelah Polisi mendapatkan pembeli handphone curian tersebut. 

Terduga pelaku ternyata menjual handphone dengan harga yang murah. Berbekal informasi itu, keduanya ditangkap tanpa perlawanan.

"Ada dua handphone curian yang dijual pelaku. Masing-masing Rp 200 ribu dan 300 ribu. Uangnya digunakan beli minuman keras jenis tuak,’’ katanya. 

Keterangan singkat pelaku didapatkan petugas. DA diketahui bukan residivis sembarangan. Karena sudah empat kali keluar masuk penjara. Terakhir ditangkap mencuri burung. Kini DA naik pangkat dan ditangkap curi handphone. 

‘’Keduanya ini satu kampung dan kerjaannya buruh harian lepas. Kita juga akan kembangkan kasus ini untuk penadahnya,’’ tegas Dewi. 

Kedua terduga pelaku mengakui perbuatannya saat diintrogasi. Mereka mengaku tidak ada niat untuk merampas dan mencuri handphone korban. 

‘’Spontan saja saat melihat handphone. Ada kesempatan ya langsung diambil,’’ ungkap DA. 

DA mengaku sudah kapok ditangkap petugas. Dia berharap penangkapan tersebut adalah yang terakhir.

"Cuma untuk minum-minum saja hasilnya yang kemarin. Ini yang terakhir,’’ ungkapnya. 

Dari perbuatannya, mereka terancam dijerat pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. (SN-02)
auto faucet

Komentar