Bidan Desa di Sumbawa Keliling Kampung Sebab Pandemi Covid-19

SASAMBO NEWS - Pelayanan kesehatan merupakan salah satu pelayanan dasar dan wajib diberikan kepada masyarakat, meski ditengah pandemi Covid-19 yang tengah mewabah ini. Namun, agar pelayanan kesehatan tidak menumpuk di satu tempat sehingga menyebabkan kerumunan, palayanan dasar ini perlu melakukan penyesuaian.

Seperti yang dilakukan oleh Kampung Sehat Pancawarga, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Salah satu cara untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melalui program bidan keliling.

Dimana, bidan desa mendatangi rumah warga satu persatu untuk memberikan pelayanan kesehatan. Berbagai pelayanan diberikan seperti Posyandu, pemeriksaan ibu hamil dan lansia.

Kepala Desa Labuhan Sumbawa Kamiruddin S,AP., mengatakan, program bidan keliling di Kampung Sehat Pancawarga ini, mulai diterapkan semenjak mewabahnya Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Diperkuat lagi dengan adanya himbauan Pemerintah melalui Gugus Tugas, agar mengurangi kegiatan yang menyebabkan terjadinya kerumunan.

Bidan Desa di Sumbawa Keliling Kampung Sebab Pandemi Covid-19
Foto : Bidan sedang memberikan layanan kesehatan

“Jadi program dari rumah ke rumah ini untuk menghindari berkumpulnya masyarakat, guna memutus mata rantai Covid-19.” jelasnya.

Selain berkeliling rumah ke rumah lanjut Kades, juga menerima konsultasi melalui telpon. Jika memerlukan perawatan yang lebih serius, maka akan dirujuk ke Puskesmas setempat. 

“Bisa konsultasi melalui telepon. Nomornya sudah kita terakan. Bidan juga tetap ada di posko induk satgas Covid-19 Kampung Sehat Pancawarga,” terangnya.

Terhadap program ini lanjutnya, Pemerintah Desa sangat mendukung penuh. Sejauh ini, Desa telah menganggarkan untuk pelayanan Kesehatan sebesar Rp. 255 juta meliputi biaya operasional posyandu, penyediaan PMT Ibu Hamil, Stunting.

Selain itu tambahnya, Pemerintah Desa Labuhan Sumbawa juga menganggarkan dana isolasi bagi warganya yang diisolasi kerena Covid-19. Sampai hari ini, ada 7 yang dibiayai oleh Desa selama yang bersangkutan menjalankan masa isolasi mandiri.

"Kita suruh mereka isolasi, siapa yang memberi makan. Itulah yang kita biayai. Bahkan sampai Rp. 1.400.000 per orang. itulah bentuk keseriusan kami dalam menangani Covid-19,” pungkasnya. (SN-08)
auto faucet

Komentar