Taman Edukasi dan Wisata Alam Unram Farming Resmi Dibuka

Rektor Unram Launching Taman Edukasi Unram Farming
SASAMBO NEWS - Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum meresmikan pembukaan Taman Edukasi Unram Farming yang berlokasi di Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Sabtu kemarin.

Proses launching Unram Farming yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian dengan BPU dan beberapa mitra Unram tersebut, dihadiri oleh para Wakil Rektor dan Dekan di lingkungan Unram, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Camat Narmada, Kapolsek Narmada dan beberapa tamu undangan dari instansi terkait.

Direktur Taman Edukasi Unram Farming, Werdi Ayub, SH mengatakan, Unram Farming dibentuk sebagai tempat edukasi pertanian dengan menggabungkan pusat edukasi pertanian yang dikemas dengan wisata alam. Sehingga unsur edukasi dan wisata akan menjadikan pertanian sebagai hal yang menarik bagi masyarakat.

“Ketika edukasi bertemu rekreasi, bertani itu menyehatkan, bertani itu menyenangkan,” semangatnya.

Menurutnya, pertanian adalah masa depan dan kedaulatan bangsa. Oleh sebab itu, generasi saat ini maupun yang akan datang, perlu diajak untuk mengembangkan pertanian demi kejayaan bangsa.

“Mari kita ajak anak-anak untuk turun ke sawah dan ke kebun, mari kita ajak para peneliti bergairah dengan menghasilkan benih dan bibit unggul,” serunya.

Ia membeberkan, area yang luasnya sekitar 4,5 hektar itu telah ditanami lebih dari 20 jenis sayuran, termasuk juga ditanami padi merah, padi hitam, padi putih dan kacang tanah hasil penelitian para ahli pertanian Unram.

Perempuan yang akrab disapa Ibu Ayub itu juga mengaku, di sana juga telah ditanam bawang putih Sembalun yang baru mulai diuji cobakan untuk penanaman di dataran setinggi 140 mdpl.

“Semoga awalan ini semakin terus berkembang dan besar manfaatnya bagi masyarakat yang saat ini sudah mulai antusias,” katanya.

Senada dengan Ibu Ayub, Dekan Fakultas Pertanian Unram, Ir. H. Sudirman, M.S., Ph.D mengatakan, masyarakat sudah menunjukkan ketertarikannya untuk menyambangi tempat wisata edukasi itu. Hal ini menunjukkan respon positif, sehingga Unram Farming akan memainkan perannya ke depan untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensitas pertanian untuk menopang ketahanan pangan nasional.

“Petani kita sekarang berjumlah sekitar 32 juta orang dan hanya sekitar 2,7 diantaranya yang masih produktif (generasi muda, red.),” paparnya.

Sehingga menurutnya, menjadi PR bersama saat ini untuk membuat generasi muda atau santer dikenal sebagai generasi milenial, memiliki ketertarikan untuk melakoni profesi di bidang pertanian. Melakukan inovasi dengan sentuhan teknologi, sehingga mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

“Di sinilah Taman Edukasi Unram Farming memainkan perannya, setidaknya di kawasan kita ini,” tekannya.

Prof. Husni mengapresiasi kerja keras Fakultas Pertanian dan BPU karena telah menelurkan ide kreatif dalam memanfaatkan lahan milik Unram itu.

Prof. Husni mengatakan, selain sebagai tempat wisata Unram Farming ke depan juga akan digunakan sebagai tempat melaksanakan kegiatan akademis bagi mahasiswa dan dosen Unram, untuk mengimplementasikan program Merdeka Belajar yang diamanahkan Kemendikbud. Hal itu berarti kegiatan akan diperbanyak di luar ruangan.

“Konsep pengembangan wisata yang coba dikembangkan adalah edukasi dan rekreasi sekaligus, sehingga akan menyenangkan dan menarik minat generasi milenial,” ujar Prof. Husni.

Guru Besar Ilmu Hukum itu juga menuturkan, bahwa konsep edukasi wisata yang dikembangkan Unram Farming, bisa menginspirasi generasi milenial sehingga bisa merubah persepsi mereka tentang profesi di bidang pertanian yang sebelumnya dianggap kurang menarik, menjadi berprospek.

“Semoga apa yang kita hajatkan bersama di tempat ini, yakni membangun model pertanian baru yang menarik bagi generasi milenial kedepan bisa terwujud,” tutupnya. (SN-02)

auto faucet

Komentar