UNU NTB Kritisi UU Ombnibuslaw Cipta Kerja


 SASAMBO NEWS - Universitas Nahdatul Ulama atau UNU NTB mengkritisi Undang – Undang omnibuslaw cipta kerja. Diantaranya menilai bahwa proses legislasi UU Cipta Kerja terburu-buru.

Menurut Rektor UNU NTB Baiq Mulianah, sikap kritis UNU NTB terhadap UU Cipta Kerja tersebut tidak jauh berbeda dengan sikap Pengurus Besar Nahdhatul Ulama atau PBNU.

"Kita Universitas Nahdhatul Ulama tentu tidak akan pernah berbeda dengan sikap Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, ada sembilan poin,” Ujar Baiq Mulianah di Mataram.

Kendati demikian, Baiq Mulianah, menegaskan bahwa civitas akademika UNU NTB lebih memilih untuk melakukan pengkajian dan diskusi sejumlah klaster yang ada pada Undang Undang ombnibuslaw cipta kerja ketimbang melakukan aksi demo.

Kajian serta diskusi sejumlah klaster yang ada pada Undang- Undang omnibuslaw cipta kerja yang di lakukan UNU NTB menghadirkan narasumber seperti anggota DPRD dan akademisi. Diskusi ini diharapkan mampu memberikan pencerahan terkait klaster yang menjadi pro – kontra di tengah masyarakat.

“Harapannya ada pemahaman kepada kita semua terkait dengan Undang-undang Cipta Kerja, Saya selaku Rektor memang sedari awal meminta untuk memilih jalan ilmiah untuk menanggapi Undang-undang Cipta Kerja,” terang Baiq Mulianah. (SN-01)

auto faucet

Komentar