Bahasa Asing Membawa Pengaruh Terhadap Bahasa Indonesia

Penulis : Kristina Io (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram)
Penulis : Kristina Io (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram)

 SASAMBO NEWS [dot] net - Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa yang seharusnya kita banggakan. Dengan masuknya bahasa asing membuat bahasa Indonesia kurang diminati oleh para pemuda indonesia. Diera globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali anak muda yang lebih bangga menggunakan bahasa asing ketimbang bahasa Indonesia sendiri. Sebagai seorang warga Indonesia kita seharusnya bangga akan bahasa dan tanah air kita. Penggunaan bahasa asing semakin menggejala. Namun kondisi ini tidak harus dibiarkan karena merusak pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia. Dengan datang atau masuknya warga negara asing ke Indonesia tentunya mereka menggunakan bahasa mereka yaitu bahasa asing ketika berada di Indonesia. Dan masyarakat Indonesia lebih suka belajar bahasa asing dan mereka lebih bangga ketika warga negara asing masuk ke Indonesia mereka bisa berbahasa asing. Padahal yang seharusnya jika warga negara asing masuk ke Indonesia mereka harus bisa berbahasa Indonesia, karena sudah berada di wilayah Indonesia otomatis mereka sudah bisa berbahasa Indonesia. Bahasa Indonesia harus tetap eksis dan menjadi alat kebanggaan bangsa dan harus tetap berdaulat dinegri sendiri.

Diera globalisasi saat ini, beberapa orang menganggap bahasa Indonesia sebagai penghambat proses komunikasi secara global. Karena bahasa Indonesia tidak digunakan secara global. Diera digital ini yang menuntut penguasaan teknologi dan bahasa asing pada berbagai bidang kehidupan, membuat bahasa Indonesia semakin terbelakang. Seharusnya posisi ini tidak berarti bahwa bahasa Indonesia tidak mampu bersaing dengan bahasa global. Kondisi ini tergantung bagaimana masyarakat Indonesia menyikapinya. Jika masyarakat Indonesia lebih bersikap negatif terhadap penggunaan bahasa Indonesia maka bahasa Indonesia cenderung menjadi terbelakang. Dan penggunaan bahasa asing semakin terus berkembang Diera global sekarang ini.

Kedudukan bahasa Indonesia yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Gejala semakin melemahnya kedudukan bahasa Indonesia adalah dengan semakin maraknya penggunaan bahasa asing. Untuk itu sikap positif masyrakat indonesia harus didorong untuk tetap loyal dalam penggunaan bahasa Indonesia. Sikap nasionalisme tidak boleh menipis akibat globalisasi.

Usaha usaha untuk melestarikan bahasa Indonesia yaitu memupuk kebanggaan berbahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting. Arus globalisasi akan memberikan dampak akan perkembangan dan pertumbuhan bahasa Indonesia yang digunakan. Bahasa Indonesia adalah sebagai sarana pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa bahasa Indonesia ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat berkembang dengan baik. Peningkatan bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta peningkatan mutu pengajar bahasa indonesia disekolah harus terus dilakukan agar kedudukan bahasa Indonesia terus terjaga.

Bahasa Indonesia pada kenyataannya sangatlah berperan penting pada aspek kehidupan sehari hari. Bangasa Indonesia selalu bertekad menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Namun memasuki era globalisasi membuat bahasa Indonesia menjadi terancam kedudukannya. Semakin penting bahasa asing Dimata orang Indonesia, maka rasa cinta bahasa Indonesia semakin berkurang. Bahasa asing adalah bahasa internasional dengan cakupan luas pemakaiannya. Hal ini dapat ditanamkan dengan rasa cinta dan bangga akan bahasa Indonesia. Dimulai sejak dini yang diajarkan disekolah sekolah. Peserta didik diajarkan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan mempunyai kemahiran dalam menggunakan bahasa Indonesia sejak dini. Diera globalisasi saat ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan di masyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terpengaruh oleh budaya asing yang sangat jelas tidak sesuai dengan bahasa dan budaya Indonesia. Ini menyangkut tentang kedisiplinan bahasa nasional serta aturan dan norma yang berlaku. Pemakaian bahasa indonesia yang teratur dan disiplin adalah pemakaian yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebagai generasi muda, haruslah kita menumbuhkan dan membina sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia itu sendiri. Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia terlihat jelas ketika kita lebih suka menggunakan bahasa Indonesia sendiri ketimbang bahasa asing. Walaupun dengan siapa lawan kita berbicara baik itu masyarakat luar negeri, kita harus tetap menggunakan bahasa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia. Karena mereka sudah berada di wilayah Indonesia maka seharusnya mereka mempelajari bahasa Indonesia terlebih dahulu. Yang perlu dipahami adalah sikap positif terhadap bahasa Indonesia ini tidak berarti sikap bahasa yang tertutup. Bangsa Indonesia tidak mungkin menutup kemurnian bahasa Indonesia dan menutup diri dari saling pengaruh dengan bahasa asing. Oleh karena itu bahasa Indonesia harus bisa membedakan mana pengaruh yang positif dan mana pengaruh yang negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia.

Masing masing bahasa mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing. Dengan sikap positif yang diberikan oleh kalangan mahasiswa tentunya akan membantu bangsa Indonesia dalam mempertahankan bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia mampu bertahan dari pengaruh negatif bahasa asing.

Era globalisasi merupakan tantangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan diri ditengah pergaulan antar bangsa. Oleh karena itu bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Bahasa Indonesia menjadi ciri budaya bangsa Indonesia yang dapat diandalkan di tengah tengah pergaulan antar bangsa pada era sekarang ini. Dengan masyarakat lebih mementingkan bahasa asing, maka bahasa Indonesia atau bahasa daerah menjadi lebih dikesampingkan. Bahasa asing berdampak positif dan negatif terhadap bahasa Indonesia. Dampak positifnya Indonesia dapat mengikuti perkembangan internasional dengan lancar. Dan dampak negatifnya bahasa Indonesia sedikit demi sedikit akan tergeser dengan bahasa asing. Cara supaya sikap nasionalisme bahasa Indonesia tidak berkurang yaitu dengan tambahan belajar untuk bahasa Indonesia, dan bahasa daerah dan lebih cinta terhadap bahasa Indonesia yaitu bahasa kebangsaan kita.

Penulis : Kristina Io (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram)

auto faucet

Komentar