Disebut Ilegal oleh OJK, Ini Kata Pendiri LTC dan LBC

 SASAMBO NEWS - Penyataan Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat (OJK NTB) yang menyatakan bahwa Lucky Trading Community (LTC) dan Lucky Best Coin (LBC) adalah ilegal mendapat respon dari Pendiri LTC dan LBC, Lukman Hakim.

Foto (arsip): Pendiri LBC, Lukman Hakim (baju batik hitam putih) bersama Gubernur NTB, Bang Zul (baju putih)
Foto (arsip): Pendiri LBC, Lukman Hakim (baju batik hitam putih) bersama Gubernur NTB, Bang Zul (baju putih)

Melalui rilis yang disampaikan via WhatsApp pada Jumat 16 April 2021, Lukman Hakim menegaskan bahwa LBC bukan bisnis atau investasi ilegal. Bahkan menurut Lukman, keberadaan LBC dianggap sebagai salah satu metode untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Bahwa kami menegaskan LBC adalah bisnis legal dan ikut berupaya mendorong perekonomian Indonesia sesuai semangat Presiden Joko Widodo." Ujarnya.

Menurut Lukman, LBC merupakan evolusi dari LTC. Evolusi ini menjawab perintah OJK serta untuk memaksimalkan investasi para member LTC.

"Bahwa untuk mematuhi perintah OJK dan memaksimalkan investasi para member LTC, kami membentuk Lucky Best Coin (LBC) dibawah legalitas PT Digital Global Gemilang yang bergerak dalam bidang produk mata uang kripto bernama LBC." Katanya.

Saat ini, LBC sedang berproses untuk memenuhi aturan agar menjadi sebuah bisnis yang taat aturan pemerintah Republik Indonesia.

"Bahwa pada 6 April 2021, telah dilakukan rapat atau pertemuan melalui zoom meeting antara kami dengan pihak Satgas Waspada Investasi (SWI) Pusat, OJK dan OJK Provinsi NTB. Dalam pertemuan tersebut sudah kami paparkan legalitas LBC dan bagaimana sistem investasi ini berjalan." Tambahnya.

"Bahwa dari hasil pertemuan tersebut pihak SWI pusat menyarankan kami untuk melengkapi sejumlah izin lainnya yang diperlukan termasuk izin ke BKPM dan Kominfotik. Dan hal ini sedang kami lakukan dengan optimal." Tegasnya.

Terkait pengaduan Bule Prancis, Ruby Daniel Charles, ke OJK NTB, Lukman membenarkan bahwa Ruby Daniel Charles memang menjadi member LTC sejak Januari 2021. Namun terkait pengaduan soal kerugian, Lukman membantahnya. Menurut Lukman, Bule Prancis ini sudah menarik modal investasi dan sudah dikembalikan melalui uplinenya.

"Bahwa laporan yang disampaikan Ruby Daniel Charles kepada OJK adalah tidak benar dan tidak mendasar. Yang bersangkutan memang menjadi member Lucky Trade Community (LTC) sejak Januari 2021 dengan nilai investasi sebesar Rp200 juta. Namun, yang bersangkutan menarik kembali modalnya, melalui upline kememberannya, dan dana tersebut sudah dikembalikan. Bahkan dengan nilai sebesar 125 persen dari modal awal miliknya." Tandas Lukman.

Untuk diketahui bahwa pada Rabu 14 April 2021 OJK NTB menggelar jumpa pers di Hotel Santika Mataram. Jumpa pers ini menghadirkan salah satu member LTC bernama Ruby Daniel Charles.

Dalam jumpa Pers, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan, menyatakan bahwa LTC dan LBC ilegal karena tidak mengantongi izin transaksi keuangan namun hanya mengantongi izin perdagangan eceran dari BKPM. Sementara member LTC, Daniel, mengaku dirugikan LTC karena tidak profit 300%. (SN-01)

auto faucet

Komentar