Sabar! Destinasi Wisata NTB Ditutup Hingga Akhir Pekan

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, H Yusron Hadi
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, H Yusron Hadi

 SASAMBO NEWS - Wisatawan sepertinya harus menahan diri dan bersabar untuk berwisata. Melihat grafik tingkat penularan covid-19 di Lombok-Sumbawa, destinasi wisata di NTB masih akan ditutup hingga akhir pekan nanti. Kebijakan menutup kawasan menjadi pilihan terbaik, karena khawatir lonjakan kasus covid-19 di libur lebaran seperti tahun lalu terulang.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, H Yusron Hadi, menegaskan selain penutupan, pembatasan dengan protokol kesehatan yang ketat juga diterapkan petugas di lapangan.

"Ini bukan tanpa alasan, merujuk pada release data terbaru nasional per tanggal 18 Mei 2021 ditemukan ada 50 kasus baru positif COVID19 di NTB atau terjadi peningkatan kasus sekitar 1,1 persen," ujar Yusron Hadi, Kamis (19/5) serius.


Dari jumlah kasus baru yang ditemukan secara nasional, lanjut bang Yus--sapaan akrabnya, artinya ada peningkatan kasus pasca libur lebaran kemarin. Dan sebagian besar kabupaten/kota di NTB masih masuk kategori zona orange.

"Dimana ketentuan pemerintah pusat area wisatanya harus close (tutup) dan melakukan pembatasan hingga 30% bagi (daerah) yang kategori kuning," jelas Bang Yus.

"Maka pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB bersepakat melakukan penutupan untuk sementara waktu hingga akhir pekan pada lokasi destinasi wisata untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan dan peningkatan kasus COVID19," imbuhnya.

Meski demikian, Bang Yus berharap, masyarakat untuk tetap beraktifitas seperti biasa, yang aman dan produktif. Begitupun bagi para pelaku industri wisata juga dapat bersabar dengan kondisi yang memang tidak mudah ini.

Terlebih terus mempersiapkan prokes di destinasi masing-masing maupun fasilitas wisata yang ada dan memastikan vaksin juga sudah diperoleh.

"Ini juga upaya kita bersama mewujudkan zona wisata hijau yang bisa survive dimasa pandemi sekarang ini," tuturnya.

"Bagi masyarakat, tetaplah beraktifitas seperti biasa dan tidak melakukan perjalanan wisata pada hari lebaran topat. Karena ada pembatasan sementara waktu," harap Bang Yus.

Dia juga meyakini dengan upaya bersama menyiapkan segala sesuatunya, yakni zona hijau wisata kedepannya akan lebih siap menerima wisatawan meski dengan pembatasan di masa pandemi.

"Insya Allah, dengan upaya menyiapkan zona wisata hijau in, kita akan lebih siap menerima kunjungan meski dengan pembatasan-pembatasan ketika pandemi ini sedikit demi sedikit makin membaik dan pariwisata akan rebound," demikian Kadispar NTB. (SN-01)

Komentar