Fakta Unik Desa Wisata Bonjeruk

 

Ini suasana desa dan menu khas Desa Wisata Bonjeruk yang bikin penasaran netizen

SASAMBO NEWS - Kawasan desa wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat-Lombok Tengah, NTB sempat mencuri perhatian wisatawan Eropa dan Nusantara. Tak sekadar mencuri perhatian, promosi yang dilakukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa Bonjeruk, konon sempat membuat netizen dan wisatawan 'ngiler' datang ke Bonjeruk. Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STP Mataram yang hadir di desa wisata Bonjeruk penasaran. Dan coba membeberkan lima fakta desa Bonjeruk berikut ini.

Pertama, Desa wisata Bonjeruk terkenal karena hutan bambunya yang cukup rimbun. Hutan bambu desa Bonjeruk menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan lokal Lombok-Sumbawa berkat menu khas jajanan dan memberi kesejukan tersendiri bagi wisatawan. Suasana sejuk membuat wisatawan makin betah berlama-lama di hutan bambu. Ada perempuan Sasak asli yang melayani pendatang kawasan hutan bambu dengan senyumnya yang khas pula. Menu jajanan khas menambah selera makan pengunjung.

Jajanan khas Lombok seperti lupis, gobet, serabi hingga minuman khas Lombok, semua bisa ditemukan di tempat wisata ini. Sajian khas inilah yang menarik perhatian wisatawan betah di lokasi ini.

Kedua, sedikit bergeser ke arah utara ada akan bertemu 'kantin 21 Bonjeruk'. Di kantin 21, ada menu makan siang khas pengantin. Menu makan siang pengantin, diperuntukkan untuk dua orang. Dalam menu makan siang pengantin ini ada nasi, sayur kelor, sambal matah, ayam goreng satu ekor dan kerupuk. Nasi putih yang disajikan dalam bakul bambu terdapat sebutir telur rebus. Telur rebus ini akan di bagi dua, sebagian untuk pengantin laki-laki sebagian lagi bagian pengantin perempuan. Belah telur dalam menu khas makan siang pengantin menjadi simbol sakinah, mawaddah, warohmah dalam perjalanan pernikahan kedua mempelai ke depannya.

Ada juga menu begawe. Begawe dalam bahasa Sasak artinya pesta. Menu begawe sangat akrab dengan kehidupan bangsawan Lombok. Dalam menu begawe disajikan ragam makanan yang menjadi makanan para raja Lombok silam. Dan Anda harus mencoba menu khas ini. Apalagi jika kelak Anda ingin menjadi seorang raja.

Ketiga, potongan sejarah kerajaan Lombok salah satunya ada di desa Bonjeruk. Salah satu bukti sejarah kerajaan Lombok ada di Bonjeruk, dibuktikan dengan sebuah bangunan tua milik Dende Jonggat (Putri/Raja Jonggat). Bangunan ini sudah ada sebelum penjajah Belanda masuk ke Lombok. Namun sampai saat ini masih berdiri kokoh. Selain rumah milik Dende Jonggat, ada juga bangunan tua peninggalan raja Jonggat yang disebut 'bale beleq' atau rumah besar. Rumah besar adalah rumah yang dijadikan pusat menetapnya sang raja bersama keluarga besarnya.

Keempat, di salah satu sudut desa Bonjeruk terdapat gua berusia lebih dari 700 tahun. Gua ini konon dibangun penjajah Belanda dan digunakan sebagai tempat persembunyian. Gua ini juga digunakan penjajah Jepang dan kerajaan Karangasem-Bali ketika ekspansi ke tanah Sasak-Lombok.

Keberadaan gua ini diapit tebing sungai yang tinggi. Lokasinya yang tersembunyi, kondisi alamnya yang sunyi dan sejuk, sangat bagus digunakan untuk aktivitas meditasi dan yoga. Bahkan sejumlah pelancong dari berbagai daerah di Indonesia dan lokal Lombok beberapa kali menjadikan lokasi ini sebagai tempat melakukan meditasi/pertapaan.

Kelima, perihal keindahan alamnya jangan pernah Anda tanya. Sensasi alam pedesaan desa Bonjeruk dengan segala keindahannya, akan membawa wisatawan ke suasana alam pedesaan yang sejuk, indah dan seperti berada di lingkungan keluarga sendiri. Suasana alam Ubud-Bali, Lembang-Bandung, Batu-Malang, atau Puncak-Bogor, bisa Anda rasakan di desa Bonjeruk.

Itulah fakta unik desa Bonjeruk yang membuat 'ngiler' wisatawan. Jika Anda penasaran dengan alam desa wisata Bonjeruk, siapkan waktu dan registrasi segera kunjungan Anda. Sebab Anda tidak akan kebagian tempat jika tidak pesan sebelumnya untuk libur akhir pekan. Penasaran? Silahkan coba.... (SN-01)

auto faucet

Komentar